Showing posts with label Cooking. Show all posts
Showing posts with label Cooking. Show all posts

Sunday, July 20, 2014

Catatan Ramadhan 1435 H - 23 Ramadhan, Resep Akhir Pekan, Ikan Buncis Pedas

Ramadhan akhir pekan kali ini, aku ingin berbagi resep masakan yang kumodifikasi sendiri, ikan buncis pedas. Sebagai anak melayu pesisir, aku dibesarkan bersama laut dan ikan menjadi makanan utama keluarga kami. Resep sederhana kali ini terinspirasi dari cuaca panas beberapa hari ini yang telah mengubah Bochum layaknya kampung halamanku sendiri, pesisir Belitong yang sepanjang tahun tersiram panas matahari khatulistiwa. Berikut bahan-bahan dan cara memasaknya.

Bahan-bahan:
1. Ikan (kali ini aku menggunakan ikan dorade).
2. Buncis
3. Minyak goreng
4. Daun jeruk
5. Tomat kecil (tomat cherry)

Bumbu-bumbu:
1. Cabe merah keriting
2. Bawang merah
3. Bawang putih
4. Terasi
5. Lengkuas (memarkan)
6. Garam
7. Gula

Cara memasak:
  1. Haluskan semua bumbu, kecuali lengkuas. Tumis hingga harum, tambahkan gula, garam dan daun jeruk.
  2. Masukkan ikan dorade yang sudah dipotong-potong, tambahkan sedikit air.
  3. Masukkan potongan buncis (1 batang dipotong menjadi 2 bagian saja) dan tomat.
  4. Tutup wajan hingga ikan dan buncis empuk (kira-kira 15 menit dengan api sedang). Ikan buncis pedas siap dihidangkan dengan nasi putih hangat.
Bochum, 20 Juli 2014

Sunday, July 13, 2014

Catatan Ramadhan 1435 H - 16 Ramadhan, Resep Akhir Pekan, Ikan dan Telur Masak Acar

Makanan tak jarang mengingatkan orang pada rumah, masa kecil dan kampung halaman. Lalu, hampir setiap orang pula menganggap masakan ibunya sebagai masakan terenak di dunia. Ada ikatan psikologis pada memori rasa, aroma dan kasih sayang yang hanya terkandung dalam masakan ibu. Ikatan psikologis ini akan tetap teringat bahkan hingga kita dewasa. Kalau bagiku, masakan paling enak adalah masakan ibu, juga ayahku. Masakan melayu pesisir yang didominasi oleh bahan-bahan yang berasal dari laut, bumbu-bumbu dengan cita rasa pedas dan sedikit asin. Di rumah kami, makanan laut adalah menu utama, daging-dagingan hanya dimasak oleh ibuku pada kesempatan-kesempatan khusus seperti hari raya. 

Akhir pekan ini, di hari ke 16 Ramadhan, aku memasak masakan Belitong favoritku sejak kecil. Masakan ini adalah masakan berbumbu pertama yang kukenal dan mau kumakan. Dulu, ketika Acik (adik ibuku) mengasuhku, kalau beliau bertanya aku ingin dimasakkan apa, yang kujawab selalu Acar. Cara memasaknya sangat mudah dan memerlukan waktu yang tidak terlalu lama. Berikut bahan-bahan dan cara memasaknya.

Bahan-bahan:
1.     Ikan laut ½ kg (kali ini aku menggunakan ikan Forelle (sejenis Salmon)).
2.     4 butir telur.
3.     Minyak goreng.
4.     Garam secukupnya.
5.     Gula secukupnya.
6.     Daun jeruk.
7.     Air perasan jeruk (lime atau lemon).

Bumbu-bumbu yang dihaluskan:
1.     6 siung bawang merah
2.     2 siung bawang putih.
3.     6 buah cabe merah keriting.
4.     3 buah cabe rawit.
5.     2 cm lengkuas.
6.     3 cm kunyit.
7.     1 batang sereh.
8.     2 biji kemiri.

Cara memasak:
  1. Haluskan bumbu dengan blender atau ulekan.
  2. Rebus telur hingga matang, bersihkan kulitnya, lalu goreng hingga permukaannya mampu menyerap bumbu.
  3. Bersihkan ikan, potong-potong lalu lumuri dengan air perasan jeruk dan garam. Kemudian goreng hingga kekuningan (jangan terlalu matang).
  4. Tumis bumbu-bumbu hingga harum dan matang. Tambahkan daun jeruk, gula, garam dan air perasan jeruk.
  5. Masukkan ikan dan telur ke dalam bumbu sedikit demi sedikit hingga tercampur sempurna. Acar siap dihidangkan dengan nasi putih hangat.

 Bochum, 13 Juli 2014

Saturday, July 05, 2014

Catatan Ramadhan 1435 H - 8 Ramadhan, Resep Akhir Pekan, Membuat Banana Cake dengan Rice Cooker

Tak terasa, 1 minggu sudah Ramadhan menyapa. Sejak pagi tadi, mendung menggelayut rendah, awan kelabu bergumpal-gumpal, tapi hujan tak kunjung turun. Hawa panas dan pengap menyergap diam-diam. Musim panas memang begitu, sering pura-pura meniru cuaca dari negeri-negeri nan jauh. Sebenarnya aku merindukan sahabatku Mira, biasanya kalau akhir pekan seperti ini kami sering menghabiskan liburan bersama, mengotori dapur di rumah mungilnya di Nijmegen sana dengan berbagai resep masakan dan kue hasil kreasi iseng kami berdua. Hari ini, di hari ke 8 Ramadhan, aku mencoba satu resep praktis dari internet, banana cake yang dibuat dengan rice cooker

Berikut bahan-bahan dan cara membuatnya.

Bahan-bahan (basah):
1. 2 butir telur (pisahkan bagian kuning dan putih telurnya).
2. 50 gram gula pasir
3. 2 buah pisang (lebih bagus jika sudah terlalu matang).
4. 50 gram mentega (cairkan).
5. Kismis secukupnya.

Bahan-bahan (kering):
1. ½ cup tepung terigu (ayak).
2. ½ sendok teh baking powder.
3. Sedikit garam.

Alat:
1. Baskom besar
2. Pengocok
3. Rice cooker (rice cooker kecil kapasitas 5 cup untuk 1 resep).
4. Spatula
5. Timbangan atau gelas takar
6. Kantong plastik ukuran 1 liter untuk menghancurkan pisang.
7. Piring saji atau loyang


Cara membuat:
  1. Kocok putih telur sampai busanya mengembang (sedang), masukkan gula sedikit demi sedikit. Kocok hingga rata.
  2. Kemudian masukkan berturut-turut kuning telur, pisang yang telah dihancurkan, dan mentega cair. Kocok hingga semua bahan tercampur sempurna. Tambahkan kismis, aduk rata.
  3. Campurkan bahan-bahan kering hingga merata, lalu masukkan adonan ke dalam panci rice cooker.
  4. Tekan tombol cook, kemudian setelah beberapa menit, rice cooker akan kembali ke mode warm. Tunggu 10 menit, kemudian tekan kembali tombol cook. Ulangi proses cook-warm hingga 5 kali siklus.
  5. Tes apakah adonan sudah matang sempurna dengan menusukkan lidi, jika sudah tidak basah dan lengket berarti sudah matang.
  6. Keluarkan panci rice cooker dari penanaknya, letakkan dalam posisi terbalik pada piring saji atau loyang hingga seluruh bagian kue terhidang di piring. Banana cake siap disajikan.
Sumber (dengan sedikit modifikasi):

Bochum, 5 Juli 2014