Tuesday, April 06, 2021

Ruang

Dalam ruang tak berjendela

detak sunyi dipantul-pantulkan

dari dasar diafragma

menyelinap di sela-sela iga


Ruang itu mengempis

merambatkan embusan udara

pada buluh-buluh napas

menggetarkan pita suara


Teriak parau tercekik

sesak sempit terhimpit

dalam gelap nan pelik

mendaki menuju langit


Di kedalaman dasar samudra

yang diliputi awan gelap gulita

tidakkah kau lihat pendar cahaya?

samar-samar telapak tanganmu meraba

detak itu di dalam dada


Ruang itu mengembang

Bilah-bilah cahaya

menyapu sudut-sudutnya

membuka pintu-pintunya

melapang dalam kasih sayang-Nya


Cahaya itu yang kelak kita bawa

ketika ruh berpisah dari raga


Bandung, 1 Mei 2020


Catatan:

Puisi ini kutulis untuk diri sendiri dan salah seorang sahabat yang sangat kucintai di dunia ini, terinspirasi dari ayat dalam Al Qur'an, yaitu Surat Al An'am ayat 125 dan Surat An Nur ayat 40.




No comments: